Pendekatan Konsep Ilmu, Teknologi, dan Masyarakat dalam Pembelajaran IPS

Pendekatan Konsep Ilmu, Teknologi, dan Masyarakat dalam Pembelajaran IPS

Dewasa ini muncul masalah-masalah kemasyarakatan yang kompleks. Masalah-masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan satu disiplin ilmu tetapi harus diselesaikan  secara terpadu atau menyeluruh yaitu menggunakan berbagai disiplin ilmu. Permasalahan yang terjadi seperti: 1) masalah sosial kemasyarakatan (norma/ aturan di masyarakat) yaitu perbuatan tuna susila yang menyalahi aturan atau sopan santun serta menurut agama sebagai perbuatan dosa atau hina; dan 2) dari segi kesehatan, perbuatan tuna susila dapat menimbulkan penyakit yang membawa pada kematian. Kedua masalah ini tidak dapat  diselesaikan hanya melalui pengobatan medis, tetapi bisa dengan non medis seperti pendekatan keagamaan, pemberian keterampilan, menggali potensi diri dengan memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya sehingga bisa diterima di masyarakat.

Remy (1990) mengemukakan konsep ilmu, teknologi, dan masyarakat (ITM) memberikan kontribusi langsung terhadap misi pokok IPS, khususnya dalam mempersiapkan warga negara sebagai berikut.

  1. Memahami Ilmu Pengetahuan di Masyarakat. Kurikulum pembelajaran IPS menjadi wahana bagi siswa untuk mengkaji dan menjelaskan tentang isu-isu (masalah) kemasyarakatan dan akibat-akibat dari kemajuan IPTEK.
  2. Pengambilan keputusan Warga Negara. Remy (1990) berpendapat: penggunaan langkah-langkah pengambilan keputusan yang sistematis dalam mempelajari isu-isu ilmu, teknologi, dan masyarakat dalam pembelajaran IPS dapat membantu mengembangkan intelektual siswa, kemapuan memcahkan masalah dan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan secara fleksibel dan terorganisasi.
  3. Membuat Hubungan Antara Pengetahuan. Ilmu, teknologi, dan masyarakat berkaitan erat satu dengan yang lain. Proses pembelajaran IPS terpadu dapat menjelaskan ketiga unsur tersebut baik dampak negatif maupun positif.
  4. Mengingatkan Generasi Pada Sejarah Bangsa-Bangsa Beradab. Peninggalan sejarah hasil teknologi tinggi pada zamannya, dapat dijelaskan dalam kelas IPS terintegrasi antara kajian konsep ilmu pengetahuan, teknologi, dan kondisi masyarakat pada saat itu.

Noris Harms melalui studinya “Project Synthesis” mengembangkan tujuan IPS untuk persekolahan, yaitu: IPS untuk memenuhi kebutuhan pribadi individu; IPS untuk memecahkan berbagai persoalan-persoalan kemasyarakatan masa kini; IPS untuk membantu dan memilih karir; dan IPS untuk mempersiapkan studi lanjut.

Konsep ITM memfokuskan pada kebutuhan-kebutuhan pribadi siswa, baik konsep ilmu maupun keterampilan proses yang berguna bagi kehidupan siswa. Konsep ITM memfokuskan isu-isu kemasyarakatn dan kesejahteraan manusia, bahkan mendorong kegiatan-kegiatan yang inovatif seperti permasalahan di rumah, sekolah, masyarakat dan masalah global yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Konsep ITM mencakup keseluruhan peristiwa kritis dalam proses pendidikan meliputi tujuan, kurikulum, strategi pembelajaran, evaluasi dan persiapan serta penampilan guru. Dasar eksistensi ITM adalah mempersiapkan warga negara yang berpengetahuan yang mampu memecahkan masalah penting dan mengambil keputusan yang tepat dalam setiap pemecahan masalah secara bijak.

About these ads

Posted on 13 Januari 2013, in Education Corner. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: