Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia disebut makhluk sosial karena dari kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat yang dianugerahkan akal budi yang dapat berkembang dan dikembangkan.  Dilihat dari kodratnya manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi hidup bersama orang lain. Allah menciptakan manusia pada awalnya berpasangan yang menandakan manusia saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain. Bersama orang lain dan dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan organ tubuhnya, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaan dalam dirinya. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Keadaan ini menggambarkan adanya dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya.

Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia yang lain. Ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain yang seringkali didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan masing-masing. Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berinteraksi baik dengan sesamanya manusia atau dengan lingkungan. Interaksi yang terjadi pada dasarnya ada dorongan dari dalam diri manusia itu sendiri. Dengan proses interaksi yang terjadi manusia dapat belajar untuk mengembangkan kemampuannya yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Hal ini menandakan bahwa kemampuan (potensi) yang ada dalam diri manusia itu dapat berkembang bila ia hidup dan belajar di tengah-tengah manusia yang lain. Salah satu contoh sederhana adalah ketika seorang anak mau dan bisa berjalan tentunya ia harus belajar dari orang lain (sanak keluarga) untuk melatih dan membiasakan dia berjalan.

  1. Perubahan Sosial adalah suatu keadaan yang menggambarkan adanya perubahan yang dialami oleh manusia dalam berbagai aspek kehidupan yang didukung serta dialami oleh sebagian besar anggota masyarakat yang bersangkutan berkaitan dengan sikap,  tindakan maupun penggunaan suatu barang (alat). Contoh: penggunaan handphone, dewasa ini handphone bukan menjadi barang mewah lagi bagi masyarakat karena hampir semua orang memiliki; kepemilikkan kendaraan motor, bertambahnya kendaraan bermotor yang dimiliki oleh masyarakat menyebabkan terjadinya macet di jalan raya.
  2. Konflik sosial adalah terjadinya perkelahian atau pertentangan antar masyarakat atau perkelahian yang melibatkan massa yang besar dan melibatkan antar kelompok, golongan maupun suku bangsa. Konflik sosial ditandai dengan upaya-upaya untuk menguasai sumber-sumber daya atau kekuasaan yang berkenaan dengan kepentingan umum atau menghancurkan pihak lain. Contoh: tawuran antar pelajar yang mengakibatkan gangguan keamanan di masyarakat dan merusak fasilitas umum; para buruh yang bekerja di PT Cinta Manis berdemo menuntut kenaikan upah; dan para mahasiswa berdemo menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
  3. Interaksi sosial adalah proses komunikasi yang dialami dan dirasakan dalam hidup manusia yang menyangkut hubungan timbal balik antar pribadi dengan pribadi, pribadi dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok yang berhubungan satu dengan yang lain. Dalam proses komunikasi berlangsung, orang saling mempengaruhi baik perasaan, pikiran maupun tindakan. Proses komunikasi dapat berlangsung dan berjalan karena dengan adanya reaksi (tanggapan) yang diberikan oleh orang lain. Contoh interaksi sosial antar pribadi dengan pribadi: seorang mahasiswa yang ditegur dosen di kelas karena datang terlambat; interaksi sosial antar pribadi dengan kelompok: seorang mahasiswa yang diminta dosen untuk menjelaskan materi kuliah yang berkaitan dengan pembahasan kelompok kepada teman-temannya; interaksi sosial antar kelompok dengan kelompok: dalam permainan futsal antara mahasiswa Pendidikan Ekonomi dan Sejarah, adanya interaksi yang terjadi ketika bola diover ke teman.
  4. Tindakan sosial merupakan hal-hal yang dilakukan oleh seorang individu atau kelompok di dalam interaksi dan situasi sosial yang dapat mempengaruhi individu atau kelompok yang lain. Jika tindakan sosial itu dianggap baik, maka manusia akan melakukan tindakan yang sama. Jika tindakan sosial itu baik dan bermanfaat bagi orang lain, makin lama tindakan sosial tersebut dapat dianggap sebagai suatu kebisaaan yang harus dilakukan oleh seluruh anggota kelompok sosial. Tindakan sosial yang dilakukan dapat diperoleh melalui proses belajar dan proses pengalaman yang didapat melalui pengalaman yang dialami dari orang lain. Contoh mahasiswa Pendidikan Ekonomi mengadakan pengumpulan dana untuk korban bencana alam dengan meminta sumbangan sukarela dari mahasiswa.
  5. Perilaku sosial adalah perilaku yang terjadi dalam situasi sosial, yakni bagaimana orang berpikir, merasa dan bertindak karena kehadiran orang lain yang tampak dalam pola respons antar orang yang dinyatakan dengan hubungan timbal balik antar pribadi, reaksi seseorang terhadap orang lain melalui perasaan, tindakan, sikap keyakinan, kenangan, atau rasa hormat terhadap orang lain. Contoh: saling membantu antar pedagang di pasar untuk mengangkat barang dagangan ke tempat jual atau toko.
About these ads

Posted on April 25, 2013, in Makalah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: