Teori Uang Saku

Uang Saku adalah uang yang dibawa untuk keperluan sewaktu-waktu; uang jajan (Departemen Pendidikan Nasional, 2008:1513).

Uang Jajan adalah uang diberikan (disediakan) untuk dibelanjakan sewaktu-waktu (biasanya untuk anak-anak yang belum punya penghasilan dan jumlah tidak terlalu besar (Departemen Pendidikan Nasional, 2008:1512)).

Uang saku merupakan bentuk pengembangan tanggung jawab, sehingga perlu disertai dengan penanaman nilai uang pada anak, sehingga uang yang diberikan oleh orang tua dengan perencanaan uang tersebut digunakan seperti untuk transportasi atau tabungan anak. Uang saku dapat digunakan untuk makan dan pengeluaran lain-lain yang sifatnya Sedangkan uang jajan adalah uang yang diberikan kepada anak untuk membeli jajanan  makanan dan minuman selama berada di luar rumah.

Tujuan pemberian uang saku adalah sebagai media pembelajaran anak supaya ia dapat mengelola keuangan dengan benar.

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam memberikan uang saku:

1.        Berikan uang saku sesuai dengan tahapan usia.

Semakin besar usia anak, pasti akan semakin besar juga uang saku yang harus diberikan. Anak dengan usia lebih besar juga pasti membutuhkan lebih banyak asupan makanan sehingga ia butuh uang saku lebih banyak.

2.        Jauh dekatnya jarak antara sekolah dan rumah.

Anak yang datang dan pergi sekolah bersama dengan orangtuanya pasti akan berbeda jumlah uang sakunya bila dibandingkan dengan anak yang harus menggunakan transportasi umum dalam menempuh perjalanannya.

3.        Aktivitas apa saja yang diikutinya.

Anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi lainnya membutuhkan uang saku ekstra. Selain untuk tambahan uang makan, Anda juga wajib memperhatikan apakah dalam kegiatan organisasinya tersebut ada semacam uang kas, patungan untuk mengadakan kegiatan lainnya.

4.        Perhatikan juga berapa jumlah didapatkan oleh teman-teman seusianya.

Jangan sampai anak menerima jumlah yang terlalu besar, jangan juga terlalu sedikit. Hitunglah jumlah yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Posted on 23 April 2013, in Makalah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: