Pengendalian Organisasi

Proses pengendalian organisasi yang berbasis komputer memperluas kemampuan manajemen untuk dapat menyelenggarakan fungsi yang penting. Pengendalian manajemen merupakan kegiatan yang mengukur penyimpangan dari prestasiyang direncanakan dan mengambil tindakan perbaikan. Unsur-unsur yang mendasar didalam proses pengendalian organisasi adalah sebagai berikut (Sutabri, 2009:78):

a.       Suatu standar yang merinci prestasi yang diharapkan. Hal ini bisa berupa anggaran prosedur pengoperasian atau suatu algoritma keputusan.

b.      Suatu ukuran prestasi aktual.

c.       Suatu perbandingan antara prestasi yang diharapkan dan yang nyata.

d.      Suatu laporan penyimpangan pada sebuah unit pengendalian misalnya seorang manajer.

e.       Suatu rangkaian tindakan yang diambil unit pengendalian untuk mengubah prestasi mendatang kalau saat ini ada keadaan yang kurang menguntungkan disertai serangkaian aturan keputusan untuk memilih jawaban yang tepat.

f.       Suatu metode bagi tingkatan perencanaan dan pengendalian yang lebih tinggi untuk mengubah salah satu kondisi seperti unit pengendalian yang baru atau standar prestasi yang diperbaiki kalau tindakan unit pengendalian gagal mendekatkan prestasi yang diharapkan.

Proses pengendalian terdiri dari kegiatan yang memungkinkan peristiwa dan kegiatan sesuai dengan rencana. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian untuk masing-masing fungsi dalam organisasi (Sutabri, 2009:79), misalnya :

·         Pengendalian keuangan

·         Pengendalian produksi

·         Pengendalian material

·         Pengendalian distribusi

·         Pengendalian personalia

Proses pengendalian memerlukan ukuran prestasi dan suatu standar prestasi. Ukuran adalah dasar bagi pengalaman manusia.Kita berpikir, bergerak, dan bertindak menurut waktu, jarak, dan tata nilai. Manajemen harus menilai prestasi, tetapi penilainnya mencakup pimpinan perencanaan dan pengendalian yang harus memahami apa yang bisa diterima dan apa yang tidak bisa diterima. Prestasi dianggap wajar selama prestasi itu tidak menyimpang dari arah rencana dengan asumsi bahwa rencana merupakan suatu pernyataan yang tepat dari apa yang harus diharapkan (Sutabri, 2009:79)

Laporan pengendalian yang diberikan pada pimpinan menggambarkan suatu perbandingan antara prestasi nyata dengan prestasi yang direncanakan.Penggunaan istilah “pengendalian” dalam laporan itu tidak mengenai prestasi yang sedang dilaporkan.Suatu kegiatan dapat dikendalikan sebelum dikerjakan atau selama dalam penyelenggaraan.Akan tetapi, kegiatan tidak bisa dikendalikan setelah dikerjakan.Dalam suatu laporan mengikhtisarkan kegiatan masa lampau, laporan ini disebut laporan evaluasi.Bedanya, kalau laporan prestasi yang lampaumenjadi dasar bagi pengendalian tindakan masa mendatang.Laporan ini bisa dianggap sebagai suatu laporan pengendalian.

Pada hakikatnya terdapat tiga pendekatan pada rencana organisasi jangka pendek (Sutabri, 2009:81). Setiap implikasi pada proses pengendalian itu sendiri yaitu :

a.       Rencana peramalan tunggal. Rencana didasarkan pada suatu tingkatan pretasi tunggal. Peramalan ini adalah berguna bagi perencanaan, tetapi kurang berguna bagi pengendalian, kecuali kalau peramalannya bisa dibuat dengan lebih cepat. Kalau kegiatan pengeluaran nyata banyak menyimpang dari peramalan, maka kegunaannya sebagai suatu panduan pengendalian menjadi lemah.

b.      Rencana pengeluaran. Rencana pengeluaran adalah jumlah yang boleh dibelanjakan. Rencana ini kadang dipakai sebagai wewenang untuk membelanjakan sampai batas jumlah yang ditulis. Suatu rencana anggaran menyatakan bahwa pengeluaran tidak terikat pada kegiatan yang pengeluarannya sulit dinilai. Contohnya bisa ditemukan dalam bagian periklanan dan personalia.

c.       Rencana kegiatan yang fleksibel.  Rencana ini menunjukkan hubungan sebab akibat sehingga dapat diterapkan pada tiap tingkat prestasi, dengan menggunakan model hubungan. Prestasi yang diharapkan bisa dihitung untuk tingkat kegiatan yang tepat yang sedang dialaminya. Pengendalian rencana ditingkatkan karena rencana dengan mudah bisa disesuaikan pada kondisi yang telah berubah.

Rencana kegiatan yang fleksibel digunakan untuk pengendalian selama periode yang berjalan.Rencana peramalan tunggal bisa berperan sebagai suatu panduan perencanaan menyeluruh untuk tingkat prestasi yang diharapkan.Anggaran jenis peramalan ini dipakai untuk anggaran proyek atau subanggaran dalam keadaan dengan tingkat pengeluaran tidak dihubungkan pada perubahan dalam kegiatan. Analisis perbedaan antara apa yang direncanakan dengan yang sesungguhnya disebut “analisis perbedaan”.Perbedaannya bisa menguntungkan atau tidak menguntungkan seperti pada table dibawah ini.

 

Table 1.4Nilai Perbedaan

Perbedaan

Penjelasan Perbedaan yang tidak Menguntungkan

Perbedaan harga

Sumber daya harganya lebih tinggi dari pada yang direncakan. Misalnya, harga dammar adalah $1.03 tiap ponnya, sedangkan standarnya adalah 99sen tiap ponnya.

Perbedaan Penggunaan

Lebih banyak sumber daya dipakai dari pada yang direncanakan. Misalnya, pemakai bahan baku adalah 1.8 pon dan tidak 1.7 pon per unitnya.

 

Perbedaan harga dan pemakaian berlaku untuk bahan baku maupun pegawainya. Perbedaan dalam biaya umum bisa juga karena pemakaian dan harga.Akan tetapi, beberapa akuntan memakai suatu jenis ketiga yang menjelaskan perbedaan karena interaksi volume dan harga.

Posted on 24 April 2013, in Makalah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: