Pengertian Organisasi

Organisasi berasal dari bahasa Latin yaitu organum artinya alat, bagian, anggota badan (Usman, 2010:146)

Ada dua pengertian umum dari organisasi yaitu:

a.       Pengertian organisasi sebagai suatu wadah.

Wadah organisasi adalah tempat organisasi melakukan kegiatan, yang tidak terlepas dari waktu dan ruang atau wadah (Usman, 2010:199).Yang menandakan atau mengandung arti suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah, atau suatu perkumpulan olahraga (Sutabri, 2009: 67).

b.      Pengertian yang berhubungan dengan proses (Sutabri, 2009: 67)

Organisasi yaitu suatu cara di mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.

Pengertian organisasi menurut beberapa tokoh berikut ini:

a.       Mills dan Mills dalam Teori Organisasi dan Administrasi (Kusdi, 2009:4), mengatakan organisasi adalah kolektivitas khusus manusia yang aktivitas-aktivitasnya terkoordinasi dan terkontrol dalam dan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

b.      Argyris dalam Teori organisasi dan Adminstrasi (Kusdi, 2009:4), organisasi adalah suatu strategi besar yang diciptakan individu-individu dalam rangka mencapai berbagai tujuan yang membutuhkan usaha dari banyak orang.

c.       Robbins dalam Teori Organisasi dan Administrasi (Kusdi, 2009:5), mengartikan organisasi adalah suatu entitas sosial yang secar sadar terkoordinasi, memiliki suatu batas yang relatif dapat diidentifikasi, dan berfungsi secara rekatif kontinu (berkesinambungan) untuk mencapai suatu tujuan atau seperangkat tujuan bersama.  

Asumsi dasar teori Organisasi klasik adalah pengorganisasian yang merupakan suatu proses logis dan rasional. Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya. Ada dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja. Departementasi adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan-keggiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat  dikerjakan bersama. Pembagian kerja adalah perincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Kedua aspek ini merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif. Istilah pengorganisasian mempunyai berbagai macam pengertian, yang dapat ditunjukkan hal-hal berikut:

a.       Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif tentang sumber daya-sumber daya keuangan, fisik, bahan baku, dan tenaga kerja organisasi.

b.      Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kgiatannya, dengan setiap pengelompokkan mengikuti ppenugasan seoprang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompoknya.

c.       Hubungan-hubungan antara fumgsi-fungsi, jabatan-jabatan, tugas-tugas, dan para karyawan itu sendiri.

d.      Cara para manajer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.

Proses pengorganisasian dapat ditunjukkan dengan tiga langkah prosedur berikut:

1.      Perincian seluruh pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi

2.      Pembagian beban pekerjaan menjadi kegiatan-kegiatan yang secara logis dapat dilaksanakan oleh satu orang.

3.      Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.

Pelaksanaan proses pengorganisasian yang sukses akan membuat suatu organisasi dapat mencapai tujuannya. Proses ini tercermin pada struktur organisasi yang meliputi aspek-aspek organisasi dan pengorganisasian, yaitu:

a.       Pembagian kerja

b.      Departementasi

c.       Bagan organisasi formal

d.      Rantai dan kesatuan perintah

e.       Tingkatan hirarki manajemen

f.       Saluran komunikasi

g.      Penggunaan komite

h.      Rentang manajemen dan kelompok informal yang tak dapat dihindarkan

Posted on 24 April 2013, in Makalah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: