Hubungan antara dasar kuasa dengan gaya kepemimpinan

Paksaan, koneksi, ganjaran, legitimasi, referen, informasi dan keahlian

Paksaan: pengikut rendah kematangan membutuhkan perilaku direktif yang kuat agar dapat produktif. Perlku rendah kematnagan dipengaruhi oleh adanya kesadaran bahwa kerugian akan timbul apabila mereka tidak belajar dan mematuhi aturan permainan. Apabila orang2 tidak mampu dan tidak mau, maka cara yang dapat dilakukan untuk menimbulkan kepatuhan adalah memberikan sanksi-sanksi persepsi kuasa untuk memcat, memindahkan, menurunkan pangkat, ddsb sehingga dpt memotivasi mereka malkukan hal2 yg dibertahu pemimpin untuk menghindari kerugian atau hukuman tsb. Menerapkan gaya memberitahu.

Koneksi: direktif masih dibutuhkan, tetapi saat yang sma pemimpi meningktkan perilaku suportif. Gaya menjajkan dan memberitahu dapat menjadi lebih efektif bila pemimpin memiliki kuasa koneksi yg dpt menimbulkan kepatuhan pengikut karena cenderung menghindari hukuman atau berupaya memperoleh ganjaran yg tersedia melalui koneksi yg berkuasa.

Ganjaran: membutuhkan perilaku suortif yang tinggi. Gaya menjajakan seringkali diperkuat dgn kuasa ganjaran. Pengikut  Mau mencoba perilaku baru maka pemimpin perlu memiliki ganjaran untuk menimbulkan kepatuhan dan memperkuat pertumbuhan dalam arah yang diinginkan.

Legitimasi: gaya kepemimpinan yang efektif dpt mempengaruhi level kematangan sedang adalah gaya menjajakan dan mengikutsertakan diperlukan kuasa legitimasi artinya atas dasar jabatan dalam hirarki orgsnisasi dapat menimbulkan kepatuhan atau memepngaruhi perilaku.

Referen: cenderugn membutuhkan arahan sedikit tetapi masih memrlukan level komunikasi dan dukungan yng tinggi dari pemimpin. Gay mengikutsertakan dapat diterapkan secara efektif ababila pemimpin memiliki kuasa referan didasarkkan hubngan pribadi yg baik dgn pengikut.  Orang yg mampu ttpi tidak mau atau tidak yakin, dgn basis kuas ini dpt mendorong, mengakui dan perilaku suportif lainnya yang dapat menanmkan rasa yakin dan mau. Dgn demikian pengikut memberi tanggapan positif karena mereka menukai, mengagumi, atau mersa satu dengan pemimpin.

Informasi: kuasa informasi dapat menrapkan gaya mengikutsertakan dan mendekegasikan. Orang yg berada pada level kematangan diatas rata-rata mengharapkan informasi dari pemimpin untik mempertahanka atau meningkatkan prestasi.

Keahlian: pengikut dengan level kematngan tinggi menghendakai arahan atau dukungan yang sedikit. mEreka mampu dan mau melaksanakan tugas-tugas yang dierlukan dan cepat tnaggap pada gaya kepemimpinan mendelegasikan dengan kuasa keahlian. Dgn demikian pemimpin dapat memeprooleh rasa hormat dam mempengaruhi orang yg kompeten danyakin dgn memiliki keahlian, keterwmpilan, dan pengetahuna yang peenting bagi pengikutnya.

Posted on 25 April 2013, in Makalah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: