Kelompok Manusia, gemeinschaft (paguyuban) dan gesellschaft (patembayan)

Setiap kelompok/ himpunan manusia tidak dapat dikatakan sebagai kelompok sosial. Dalam hidup sehari-hari kita dapat melihat orang-orang yang hidup bersama atau membentuk kelompok. Kita dapat melihat orang-orang yang berkelompok seperti di terminal, di bank, rumah sakit, di sekolah, di kampus, di kantor, dan lain-lain. Pada umumnya dapat ditemukan di tempat-tempat umum. Dari kelompok-kelompok ini ada yang bersifat formal maupun nonformal. Di antara kelompok-kelompok yang terbentuk akan membentuk interaksi (hubungan timbal balik) antara satu dengan yang lainnya.  Dari kelompok-kelompok ini, ada yang disebut kelompok sosial dan bukan kelompok sosial. Suatu kelompok dapat dikatakan sebagai kelompok sosial apabila memiliki beberapa syarat. Syarat-syarat tersebut antara lain:

1)        Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.

2)        Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, misalnya: nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dan lain-lain.

3)        Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.

4)        Bersistem dan berproses.

5)        Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.

Dengan syarat-syarat yang berlaku dalam suatu kelompok sosial di atas maka dapat memberi kejelasan  kelompok yang terbentuk. Kelompok sosial dapat diartikan sebagai kumpulan orang-orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Terciptanya  kelompok karena adanya anggota masyarakat, keberadaan suatu kelompok dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya. Contoh kelompok sosial adalah mahasiswa dan anak sekolah, sedangkan yang bukan kelompok sosial adalah para penumpang yang sedang menunggu pesawat di ruang tunggu dan para nasabah yang sedang antri di bank untuk bertransaksi dengan kasir.

Menurut Ferdinand Tonnies, beliau mengklasifikasikan kelompok sosial menurut erat longgarnya ikatan antar anggotanya menjadi dua kategori yaitu gemeinschaft (paguyuban) dan gesellschaft (patembayan).

  1. Gemeinschaft (paguyuban) adalah jenis kelompok sosial (bentuk hidup bersama) dengan anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal. Dalam kelompok sosial ini, pada umumnya beranggotakan kumpulan anggota keluarga, keluarga-keluarga yang berada pada satu lingkungan (tempat), dan bisa berasal dari kepercayaan (agama) yang sama. Ciri-ciri kelompok sosial ini adalah adanya hubungan perasaan kasih sayang, adanya keinginan untuk meningkatkan kebersamaan, tidak suka menonjolkan diri, selalu memegang teguh adat lama yang konservatif, terdapat ikatan batin yang kuat antar anggota, hubungan antar anggota bersifat informal. Contoh kelompok sosial gemeinschaft seperti ikatan keluarga suku Waikelak; ikatan keluarga-keluarga Flores di Palembang; dan perkumpulan keluarga-keluarga RT 28, kelurahan 20 Ilir Palembang.
  2. Gesellschaft (patembayan) adalah jenis kelompok sosial (bentuk kehidupan bersama) dengan anggota-anggotanya memiliki ikatan pembentukkan yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek. Ciri-ciri kelompok ini adalah hubungan antar anggota bersifat formal, memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal, memperhitungkan nilai guna (utilitarian), dan lebih didasarkan pada kenyataan sosial. Contoh dari kelompok ini adalah Susunan Pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi

Posted on 25 April 2013, in Makalah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: