manajemen sumber daya manusia studi hawthorne

Pada tahun 1924, ahli efesiensi Elton Mayo mengadakan penelitian di Hawthorne Illinosis, Western Electric Coy mengenai pengaruh lampu penerangan terhadap produktifitas karyawan. Penelitian ini mencoba menemukan kombinasi yang terbalik untuk memacu produktivitas maksimum dari karyawan melalui berbagaimacam percobaan, antara lain dengan merubah jam kerja, makan siang, metode kerja dan sebagainya. Elton Mayo dari Harvard University Graduate School of Busines Administration menduga bahwa produktivitas akan meningkat dengan peningkatan penerangan. Dua kelompok diambil, satu kelompok eksperimen dan yang satu kelompok kontrol. Kedua kelompok disamakan fasilitasnya kecuali penerangannya. Ketika penerangan ditingkatkan pada kelompok eksperimen, ouput meningkat sesuai dengan yang diramalkan. Sesuatu yang diluar dugaan, output kelompok kontrol juga meningkat tanpa diberi penerangan.

Kemudian Mayo dan asosiasinya diminta untuk mengetahui apa sebabnya. Selama 1,5 tahun Mayo dan kawan – kawan mengadakan penelitian dengan mengadakan jadwal periode istirahat, makan siang diperusahaan, dan kerja dalam seminggu diperpendek diperusahaan tersebut. Hasilnya cukup mengagetkan, produksi meningkat setiap waktu.

Hal ini terjadi karena bukan aspek yang dieksperimenkan, melainkan karena “aspek –aspek manusia”. Mereka merasa diperlakukan seperti orang yang penting pada bagian perusahaan tersebut. Mereka dapat berhubungan satu sama lain, dan tidak lagi merasa terisolasi, perasaan  berafiliasi, kopenten dan berprestasi mulai bertunas didalam hati mereka.

Satu hal yang sangat berarti dan sangat penting ditemukan bahwa untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan perlu adanya faktor human relation. Jika karyawan mendapat perhatian khusus secara pribadi terhadap dirinya dan kelompoknya, maka produktivitasya akan meningkat. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus pandai mendekati dan memperhatikan pekerjaan yang sedang dikerjakan karyawan, diberi pujian sepontan, atau tepuk bahunya sebagai tanda kebanggan pimpinan memiliki karyawan seperti dia.

Posted on 25 April 2013, in Makalah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: