Integritas Kepemimpinan Kepala Sekolah

1.   Integritas Sebagai Nilai Universal

Dalam bahasa Inggris, kata integrity sering dimaknai dengan honesty atau kejujuran. Integritas merupakan karakteristik yang paling penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Berbagai teori kepemimpinan terbaru menawarkan sejumlah karakteristik pemimpin ini yang efektif. Kouzes dan Posner (2007) melakukan survei terhadap lebih dari tujuh puluh lima ribu orang yang berasal dari berbagai kalangan.
Survei yang dilakukan sebanyak empat kali, tahun 1987, 1995, 2002, dan 2007. Kouzes dan Posner (2007) secara ajeg menemukan empat karakteristik yang menduduki peringkat tertinggi dari dua puluh karakteristik pemimpin yang dikagumi. Keempat karakteristik itu meliputi:

a)      Jujur (honets)

b)      Berpandangan ke depan (foward looking)

c)      Menginspirasi (inspiring)

d)     Kompeten (competent)

 

2. Integritas Merupakan Dasar Kredibilitas

Kredibilitas merupakan landasan kepemimpinan. Kouzes dan Posner (2007) melakukan penelitian terhadap apa yang dipahami orang tentang kredibilitas. Beberapa ungkapan berikut digunakan orang ketika ditanya apa yang mereka pahami tentang kredibilitas seorang pemimpin.

a.       “Pemimpin mempraktikkan apa yang mereka khotbahkan.”

b.      “Pemimpin melakukan apa yang mereka katakan.”

c.       “Tindakan pemimpin konsisten dengan perkataannya.”

d.      “Pemimpin berani bertaruh atas kebenaran perkataan mereka.”

e.       “Pemimpin menepati apa yang ia janjikan.”

f.       “Pemimpin melakukan apa yang dikatakan akan ia lakukan.”

 

b.      Pentingnya Keterbukaan Kepemimpinan Kepala sekolah

 

1.      Kepala Sekolah Yang Transparan Harus Menumbuhkan Integritas.

Ketika kepala sekolah menjumpai salah satu dari guru tidak pernah menunjukkan integritas dan berbohong tentang sesuatu, pertama-tama kepala sekolah itu harus menguji apakah perilaku yang mendorong kebohongan tersebut atau apakah kebohongan itu sendiri merupakan perilaku yang dapat berdampak negatif terhadap sekolah. Pada akhirnya, diharapkan kepala sekolah dikenang sebagai pemimpin yang berbudi yang bersedia membantu di situasi yang tidak menentu, dari pada orang yang kejam yang hanya diam dan membiarkan pengikutnya tenggelam bergelimang kesalahan.

2.      Kepala Sekolah Yang Transparan Harus Bersedia Mendengarkan.

Menjadi pendengar yang baik bukan hal yang mudah. Tidak seperti binatang, manusia perlu usaha yang sungguh-sungguh untuk dapat mendengarkan. Oleh karena itu kita harus berusaha keras untuk mengembangkan keterampilan mendengarkan. Kita harus berkeyakinan bahwa mendengarkan merupakan komponen penting untuk memimpin.
Mendengarkan merupakan hal yang sangat penting bagi pemimpin unggul. Jika anda menginginkan kebenaran, anda harus berada pada tempat yang benar dan mendengarkan dengan baik; jika tidak, informasi yang anda terima akan tersaring melalui guru atau wakil-wakil anda sehingga menjadi jernih, bersih, dan … menyimpang. Akibatnya, anda tidak akan mendengar isu-isu yang berakibat negatif terhadap sekolah, anda tidak akan mendengar tentang guru yang membuat orang tua siswa marah, dan tidak pula akan mendengar tentang wakil-wakil anda yang membuat pengaruh negatif terhadap produktivitas guru. Jika kepala sekolah menciptakan saluran-saluran informasi pada setiap level dan membuat kebijakan “buka pintu” yang mendorong guru-guru berkomunikasi dengannya, maka kepala sekolah itu akan dapat mendengar yang baik dan yang buruk, dan mendeteksi badai sebelum menerjang. Jadilah pendengar yang baik. anda pasti akan terkejut betapa besarnya pelajaran yang akan anda peroleh. Jika kepala sekolah merupakan pemimpin yang transparan yang bersedia mendengarkan guru yang dipimpinnya, maka perubahan yang hakiki akan terjadi di sekolah. Pintu selalu terbuka, dan ide-ide baru selalu digali, ditumbuh kembangkan, dan diwujudkan dalam tindakan. Kepala sekolah terbaik adalah yang benar-benar mau mendengarkan pengikutnya. Mendengarkan dapat memberi pengetahuan yang tidak diketahui sebelumnya, namun juga dapat menuai ganjaran ketika hal itu berdampak pada peningkatan moral, loyalitas, dan bagimana para pengikut itu merasa menjadi bagian dari sekolah.

 

3.      Kepala Sekolah Yang Transparan Menjunjung Tinggi Prinsip Utama Transparansi.

Mengatakan Semua Kebenaran Jika kepala sekolah merupakan pemimpin yang transparan ia tidak perlu khawatir terhadap strategi kepemimpinan atau filosofi yang dianut; terdapat kebebasan yang luas dan kredibilitas yang lebih tinggi akan diperoleh apabila orang-orang yang dipimpinnya mengakui bahwa ia mengelola sekolah secara terbuka dan jujur. Jika kepala sekolah terbuka, pihak-pihak yang terkait akan memiliki kepercayaan kepada sekolah dan tujuan jangka panjangnya. Salah satu yang paling sulit untuk dipelajari oleh seseorang yang baru menjabat kepala sekolah adalah bahwa pemimpin yang hebat bukan sekedar orang yang menyenangkan. Pemimpin besar proaktif dan secara konsisten bekerja untuk melakukan hal-hal yang benar. Ketika kepala sekolah proaktif dalam melaksanakan hal-hal yang benar, ia tidak sekedar membuat keputusan untuk menyenangkan orang lain. Kepala sekolah itu terfokus untuk mengatakan kebenaran yang sesungguhnya, dan oleh karena itu, kepala sekolah tersebut dapat belajar dari orang lain dan tidak disesatkan oleh orang lain yang tidak melaksanakan segala sesuatu dengan cara yang benar. Kepala sekolah harus jujur dengan dirinya sendiri dan orang lain mengenai kemampuannya sebelum dapat memimpin orang lain. Hal ini merupakan proses pertumbuhan. Apabila kepala sekolah jujur atas kemampuannya maka akan mudah baginya untuk menentukan jenis budaya yang ingin dikembangkannya di sekolahnya. Mentransfer filosofi yang dianut oleh kepala sekolah kepada semua warga sekolah akan memperkokoh budaya tersebut, namun hal pertama yang harus dimiliki kepala sekolah landasan yang akan digunakan sebagai dasar merumuskan visi.

4.      Kepala Sekolah Yang Transparan Belajar dari Kegagalan (atau Keberhasilan) Orang Lain
Kepala sekolah dapat belajar banyak melalui pengamatan terhadap tindakan-tindakan orang lain saat mereka berjaya—ketika sekolah kuat dan semua guru mendapatkan kesejahteraan baik. Akan tetapi kepala sekolah juga dapat belajar lebih banyak dari tindakan orang-orang ketika “kapal” akan tenggelam, pada saat kondisi sekolah sedang terpuruk, karena saat itulah karakter asli sabagian besar orang di dalamnya mengemuka. Seperti ketika kita menekan pasta gigi dari tempatnya. Apa yang ada di dalam akan keluar ketika kita memberikan tekanan yang cukup. Jika kita memberikan tekanan yang cukup kepada manusia, kita akan melihat semua yang ada di dalam akan keluar, dan kadang-kadang memang tidak baik. Ketika saatnya baik, kita perlu lebih mengerlingkan mata untuk melihat karakter seseorang. Akan tetapi jika kita melihat dengan sungguh-sungguh dan mengamati tindakannya secara konsisten dari waktu ke waktu, kita akan mampu melihat gambaran yang akurat tentang siapa mereka sebenarnya. Hal ini juga merupakan proses belajar, dan penting untuk dilakukan. Belajar dari kepala sekolah lain dapat menghindarkan seorang kepala sekolah untuk membuat kesalahan yang serius. Akan tetapi, pada akhirnya jika kepala sekolah tersebut mengikuti sistem nilai yang dianutnya kemudian merumuskan standar, kesalahan yang dilakukannya seharusnya tidak berpengaruh negatif terhadap dirinya. Sebagai manusia biasa, setiap kepala sekolah pasti pernah dan akan melakukan kesalahan, termasuk kita semua akan tetapi kita tidak ingin merusak reputasin dan karir kita. Jika kepala sekolah memperhatikan dengan seksama, kepala sekolah dapat belajar dari kepala sekolah lain di sekitarnya.

5.      Kepala Sekolah Yang Transparan Bersedia Menjadi Mentor

Harapannya setiap kepala sekolah selalu memikirkan pertanyaan ini karena ia tidak pernah terlepas dari perhatian orang-orang yang dipimpinnya, meskipun kadang kala kepala sekolah itu tidak mengetahuinya. Tidak tertutup kemungkinan bahwa staf administrasi yang bekerja di sekolah anda atau guru-guru akan melakukan sesuatu yang mereka amati dan pelajari dari anda. Kegiatan mentoring yang anda lakukan dapat terjadi secara kebetulan melalui kontak singkat dengan seseorang, atau hubungan yang berlangsung bertahun-tahun. Kepemimpinan ditunjukkan dengan tanggung jawab sebagai mentor yang baik bagi orang lain. Orang-orang yang saling menghindar, berbohong, dan tidak hormat kepada orang lain dapat dijadikan pelajaran bahwa integritas harus menjadi sesuatu yang selalu menyertai kita, dan kejujuran dapat dengan mudah ditempatkan pada tempat yang salah. Jika kepala sekolah tidak memiliki gaya hidup yang transparan, maka ia tidak akan pernah dipandang sebagai orang yang memiliki integritas yang tinggi, meskipun ia dikenal sebagai orang yang berhasil, orang lain akan berkata hal yang tidak menyenangkan tentang kepala sekolah itu. Pepatah lama yang mengatakan bahwa “persoalannya bukan pada menang atau kalah akan tetapi pada bagaimana anda bermain,” merupakan ungkapan yang benar terutama pada lingkungan sekolah saat ini.

Posted on 26 April 2013, in Education Corner. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: