Landasan Psikologis (Jenis Landasan Pendidikan)

Pemahaman peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan, merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan.

Pemahaman terhadap perkembangan kepribadian akan sangat bermanfaat untuk pendidikan, utamanya dalam membantu setiap peserta didik mengembangkan atau mematangkan intelektualnya, spiritualnya dan emosiaonalnya.

Pendidikan selalu melibatkan kejiwaan manusia. Oleh karena itu landasan psikologi memahami manusia dari segi kejiwaan.

Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum.

Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum.

Landasan psikologi berasal dari ilmu psikologi yaitu:

  1. Psikologi teoritis:
  • Umum: psikologi yang membahas manusia secara umum
  • Khusus: psikologi yang membahas kejiwan secara khusus. Psikologi perkembangan wanita, anak, remaja, sosila, dan pendidikan.
  1. Psikologi Praktis (yang bersifat praktek)

v  Psikologi klinis (pengobatan di Rumah Sakit)

v  Psikologi Pendidikan

Psikologi adalah ilmu yang memperlajari gejala-gejala kejiwaan manusia.

Gejala-gejala jiwa manusia seperti:

  1. Gejala Kognisi/pengenalan

Meliputi beberapa hal:

  1. Pengamatan: proses menerima kesan melalui alat indera

Dalam pengamatan mempunyai dua kegiatan yaitu mengorganisasi kesan danmemberi makna (arti) dari kesan itu.

  1. Tanggapan: kesan yang tertinggal dalam ingatan melalui penglihatan

Tanggapan ada 6 macam:

  1. Tanggapan visual: kesan yang tertinggal dalam ingatan melalui penglihatan
  2. Tanggapan Auditif: kesan yang tertinggal dalam ingatan melalui alat pendengaran
  3. Tanggapn Alfatorik: kesan yang tertinggal dalam ingatan melalui penciuman.
  4. Tanggapan Gustatif: kesan yang tertinggal dalam ingatan melalui alat pengecapan.
  5. Tanggapan taktil: kesan yang tertinggal dalam ingatan melalui alat perabaan.
  6. Tangapan motorik: kesan yang tertin ggal dalam iangatan  melalui gerkan-gerakan.
  7. Ingatan: daya jiwa yang dapat menerima, menyimpan, dan memproduksi kembali pesan.

Mem produksi kembali pesan dibedakan 2 macam:

  • Recolling: mengingat kembali tanpa benda
  • Recognation: mengenal kembali dengan adanya benda
  1. Fantasi: kemampuan untuk membayangkan atau menciptakan sesuatu berdasarkan tanggapan yang telah ada
  2. Berpikir: aktivitas mental untuk memecahkan masalah dan mencari hubungan antar masalah.

Proses berpikir ada tiga langkah:

  1. Membentuk pengertian, meliputi 3 macam:

v  Pengertian pengalaman: dari pengalaman-pengalaman yang kita terima

v  Pengertian kepercayaan: dari keyakinan agama.

v  Pengertian logis: terbentuk berdasarkan urutan-urutan yang sistematis.

Cara berpikir ada tiga macam:

Induktif: menarik kesimpulan dari khusu ke umum

Deduktif: menarik kesimpulan dari umum ke khusus

Campuran:

Berpikir induktif dan deduktif disebut sylogisme yaitu premis mayor (umum), premis minor (khusus), dan kesimpulan

Kesalahan berpikri sylogisme:

Kesalahan formal: apabila premis minor bukan bagian dari premis mayor

Kesalahan material: apabila premis mayir tidak benar atau salah.

  1. Membentuk pendapat: hubungan antara 2 pengertian atau lebih.
  2. Menarik keputusan

Menurut Jhon Dewey disebut Reflectif thinking yang meliputi 5 langkah:

Menyadari masalah, memahami masalah tersebut, mengklasifikasi data dan merumuskan hipotesa, menguji hipotesa, menggunakan hipotesa ayng terpilih.

  1. Kecerdasan (Intelegensi/intelektual)

Kemampuan untuk berpikir abstrak (Lewis M. Termay)

Alfred Binet, intelensi mempunyai 4 macam:

  • Kemampuan memahami menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi
  • Kemampuan memahami dan memecahkan masalah.
  • Kemampuan bertindak atau berbuat sesuai dengan tujuan
  • Kemampuan untuk melakukan kritik dengan tepat dan benar.

Untuk mengetahui taraf intelegensi seseorang melalui tes intelegensi yang diciptakan oleh Alfred Binet dan Simon.

Rumus tes Intelegensi:  MA  x 100

CA

MA: mental age (umur mental), CA (Calener Age, umur sebenarnya)

Mencari umur mental dengan pertanyaan-pertanyaan oleh ahli psikologi.

Ada 10 golongan intelegensi:

  1. Super Genius         : 140 ke atas
  2. Genius                   : 130 – 139
  3. Pandai/pintar         : 120 – 129
  4. Normal atas           : 110 – 119
  5. Normal biasa2        : 100 – 109
  6. Normal bawah       : 90 – 99
  7. Bodoh                   : 80 – 89
  8. Deble/bebal           : 70 – 79
  9. Embisil/dungu       : 60 – 69
  10. Idiot                      : kurang dari 59
  1. Gejala Emosi/perasaan

Emosi/perasaan adalah pernyataan jiwa yang bersifat subjektif, merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar.

Perasaan senang – tidak senang, suka tidak suka,

Pembagain perasaan:

Menurut JB Watson, Manusia mempunyai 3 emosi dasar yaitu: gusar/gelisah, takut, dan cinta.

Menurut Wilian Wund, membedakan emosi dalam tiga kutub, yaitu:

  1. Kutub senang ke tidak senang
  2. Kutub bergelora, semangat ke kutub senang
  3. Kutub tegang ke lega

Emosional adalah perasaan yang paling dominan/paling kuat.

  1. Gejala Konasi/kemauan/kehendak

Motif organis: karena dorongan organ tubuh (makan, minum, istirahat, dll)

Motif darurat: dorongan untuk melindungi atau menyelamatkan diri

Motif objektif: dorongan untuk berkarya/menciptakan sesuatu

Abraham Maslow, menggolongkan motif berdasarkan kebutuhan yaitu:

  1. Kebutuhan Fisiologis
  2. Kebutuhan Rasa Aman
  3. Kebutuhan Cinta, Kasih Sayang
  4. Kebutuhan untuk dihormati
  5. Kebutuhan Aktualisasi diri: keberadaan diakui orang lain

Dilihat dari timbulnya motif:

Motif Extrinsik: motif yang timbul karena dari luar diri individu, misalnya hadiah.

Motif intrinsic: motif yang timbul karena dari dalam diri individu, misalnya hobi

  1. Gejala Kombinasi/campuran (dari ketiga hal di atas).
    1. Perhatian: pemusatan tenaga psikis terhadap sesuatu objek

Banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai suatu perbuatan

Macam-macam perhatian:

  • Dilihat dari intensitasnya
  • Dilihat dari proses terjadinya perhatian, ada perhatian spontan dan perhatian disengaja
  • Dilihat dari segi luasnya objek yang diperhatikan, perhatian terpencar dan perhatian terpusat

Hal-hal yang menarik perhatian adalah yang istimewa atau lain dari yang lain, berhubungan dengan kebutuhan dirinya.

  1. Sugesti

Adalah suatu proses dimana seseorang individu menerima pendapat dan tingkah laku orang lain tanpa kritik.

  1. Kelelahan adalah batas kemampuan mengunakan tenaga energy baik bersifat jasmani/fisik maupun psikis

Kelelahan fisik akibat dari kegiatan yang menggunakan otot, maka butuh istirahat.

Kelelahan psikis akibat dari kegiatan yang menggunakan pikiran, maka butuh rekreasi atau refreshing.

Posted on 26 April 2013, in Education Corner. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: