Jenis-jenis Narkoba yang Beredar di Pasaran

Narkoba terdiri dari tiga jenis yaitu narkotika, psikotropika, dan bahan/ zat adiktif (Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, 2003: 13). Dari ketiga jenis ini, setiap jenis memiliki golongan dan bentuk yang bermacam-macam apabila diklasifikasikan secara rinci. Dari sumber yang penulis peroleh, ada beberapa jenis narkoba yang tergolong beredar luas di pasar yang dikonsumsikan oleh golongan masyarakat pada umumnya. Dengan macam-macam jenis narkoba yang dikenal ini, dalam keberadaan dan peredarannya di pasar dilakukan oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab dan terjadi dengan cara diselundupkan.

Ada beberapa jenis narkoba yang beredar luas di masyarakat. Menurut Herwanto (2005: 16) terdapat enam jenis narkoba yang beredar luas di masyarakat (diperjual-belikan) di pasar adalah ganja; ekstasi; shabu-shabu; putauw; rohypnol, BK, Nipam, dll; serta cocaine.

 

1.      Ganja

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana. Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan. Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

2.      Ekstasi

Ekstasi adalah salah satu obat bius yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul. Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih dan juga bisa mengalami dehidrasi yang tinggi. Sehingga akibatnya dapat membuat tubuh kita untuk terus bergerak. Beberapa orang yang mengkonsumsi ekstasi di temukan meninggal karena terlalu banyak minum air dikarenakan rasa haus yang amat sangat. Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekeringan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama.

Efek yang ditimbulkan oleh pengguna ekstasi adalah: Diare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif, sakit kepala dan pusing, menggigil yang tidak terkontrol, detak jantung yang cepat dan sering, mual disertai muntah-muntah atau hilangnya nafsu makan, gelisah/tidak bisa diam, pucat & keringat, dehidrasi, mood berubah. Akibat jangka panjangnya adalah kecanduan, syaraf otak terganggu, gangguan lever, tulang dan gigi kropos.

Beberapa pemakai ekstasi yang akhirnya meninggal dunia karena terlalu banyak minum akibat rasa haus yang amat sangat. Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam tablet atau kapsul ekstasi. Zat-zat ini menyebabkan munculnya suatu reaksi yang pada tubuh. Dan dalam beberapa kasus, reaksi dari zat-zat ini akan menimbulkan kematian. Pengguna ekstasi sering harus minum obat-obatan lainnya untuk menghilangkan reaksi buruk yang timbul pada dirinya. Dan hal ini menyebabkan denyut nadi menjadi cepat, serta akan menimbulkan paranoia dan halusinasi.

3.      Shabu-shabu

Nama aslinya methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. Jenisnya antara lain yaitu gold river, coconut dan kristal. Sekarang ada yang berbentuk tablet. Obat ini dapat di temukan dalam bentuk kristal dan obat ini tidak mempunyai warna maupaun bau, maka ia di sebut dengan kata lain yaitu Ice. Shabu-shabu juga di kenal dengan julukan lain seperti : Glass, Quartz, Hirropon, Ice Cream.

Obat ini juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf.
Si pemakai shabu-shabu akan selalu bergantung pada obat bius itu dan akan terus berlangsung lama, bahkan bisa mengalami sakit jantung atau bahkan kematian.

Dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar Sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup.

Efek yang ditimbulkan: menjadi bersemangat, gelisah dan tidak bisa diam, tidak bisa tidur, tidak bisa makan, jangka panjang: fungsi otak terganggu dan bisa berakhir dengan kegilaan, paranoid, dan lever terganggu. Gejala pecandu yang putus obat: cepat marah, tidak tenang, cepat lelah, tidak bersemangat/ ingin tidur terus-menerus.

4.      Putauw

Putaw adalah heroin kelas empat sampai enam. Putaw berbentuk serbuk kecil – kecil, tidak berbau dan mudah larut di dalam air. Digunakan dengan cara dihisap atau disuntikkan ke dalam tubuh. Yang dirasakan pemakai / sakaw / sakit karena putaw ciri – cirinya adalah dapat menimbulkan rasa kenikmatan yang luar biasa.

 

Efek pecandu jika tidak memakainya: tulang dan sendi terasa ngilu, badan kurus, Kelebihan keringat, mata berair, hidung berair terus, tidak bisa tidur (insomnia), kepala amat pening, demam dan sering menggigil, suka marah – marah, sulit disuruh mandi dan kadang disertai diare, impotensi pada pria dan gangguan haid pada wanita, merusak organ tubuh seperti otak, kulit dan pupil mata (bulatan hitam) mengecil, daya fisik dan pikir merosot tajam, HIV / AIDS (memakai suntikan yg tdk steril), dan kematian.

 

5.      Rohypnol, BK, Nipam, dll

Semuanya berbentuk pil, hatganya tergolong murah dari jenis narkoba yang lainnya. Akibat yang dapat terjadi apabila menggunakan jenis narkoba ini adalah delirium, bicara tak jelas, cadel, ilusi yang salah, berhasrat untuk bunh diri, tidak mampu mengambil keputusan, dan mudah putus asa.

6.      Cocaine

Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.

Kokain menyebabkan efek yang mirip dengan amfetamin namun jauh lebih kuat. Kokain terdapat dalam bentuk sediaan per-oral (ditelan), sebagai serbuk yang dihirup melalui hidung (snorted) atau disuntikkan secara langsung ke dalam sebuah vena (mainlining). Jika direbus dengan natrium bikarbonat, kokain dirubah menjadi bentuk bebas yang disebut pecahan kokain (crack cocaine), yang bisa dihisap. Pecahan kokain bekerja secepat kokain yang disuntikkan secara intravena.

Posted on 9 Mei 2013, in Makalah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: