PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK, Konsep dan Prinsip Perkembangan Peserta Didik

Dalam bahasa perkembangan peserta didik ada dua istilah yang perlu dipahami sehingga dapat dibedakan yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan yaitu proses berlangsungnya perubahan-perubahan jasmani pada diri seseorang dengan meningkatnya umur, sampai kejasmanian telah terbentuk sepenuhnya (Winkel, 1996;16). Pertumbuhan lebih menunjuk pada aspek kuantitatif yang berkaitan dengan struktur biologis. Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses kematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal dalam kurun waktu tertentu.  Pertumbuhan fisik peserta didik ditandai dengan perubahan keadaan tubuh seperti berat badan, kekuatan otot, tinggi badan, dan sebagainya. Perkembangan dapat diartikan sebagai proses berlangsungnya perubahan-perubahan dalam diri seseorang, yang membawa penyempurnaan dalam kepribadiannya (Winkel, 1996;16). Perkembangan lebih menunjuk pada aspek kualitatif. Aspek kualitatif ini berkaitan dengan fungsi psikologis yang tercermin pada pertumbuhan fisik. Aspek kualitatif menggambarkan perkembangan kognitif (perkembangan bahasa), kepribadian, dan emosional.

Adanya perbedaan antara istilah pertumbuhan dan perkembangan yang ditinjau dari segi pengertian ini, namun dalam pemahaman keduanya tidak dapat dipisahkan. Kedua istilah ini dapat dipahami sebagai proses yang saling berhubungan. Ketika kita membahas tentang perkembangan kognitif (perkembangan bahasa), maka tidak lepas kita membahas tentang fungsi otak sebagai faktor fisiologis yang menunjang kemapuan kognitif. Setiap peserta didik memiliki tempo perkembangan yang berbeda, walaupun perkembangan dan pertumbuhan mengikuti pola yang bersifat umum.

Istilah lain  yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan adalah kematangan (Hartina, 2008: Internet, 20-2-2012). Aspek hereditas mempengaruhi perkembangan anak dalam proses kematangan (maturation), yaitu mulai berkembangnya perubahan-perubahan yang dikontrol secara genetis ketika anak berkembang (Jeanne Ellis Ormrod, 2008:33).  Misalnya, peserta didik usia 1 tahun merupakan masa kematangan bagi bayi untuk berjalan, usia 6 tahun bagi kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Ada perbedaan kedudukan antara kematangan dengan perkembangan dan pertumbuhan. Pertumbuhan pada aspek tertentu akan berakhir apabila telah mencapai tingkat kematangan, sedangkan perkembangan terus berlangsung sampai akhir hidup. Perkembangan berisi suatu rentetan masa-masa kematangan.

Posted on 14 Mei 2013, in Education Corner. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: