Perkembangan Peserta Didik, Peran Kognitif dalam Perkembangan Bahasa

Santrock dan Yusen (1992), menegaskan bahwa tuntutan dasar teori kognitif adalah intelegensi anak yang tumbuh dan keinginan untuk mengekspresikan maksud bersama-sama dengan masukan bahasa dari orang tua mendorong perolehan bahasa. Fokus pandangan kognitif lebih pada tingkat semantik dan pragmatik bahasa dibandingkan tingkat sintaksis, morfologis, dan fonologis.

Kemampuan kognitif dapat dikembangkan dengan belajar. Menggunakan kemampuan kognitif secara efisien dan efektif, semakin meningkatkan kemampuan berbahasa untuk mengungkapkan gagasan dan pikiran.  Kemampuan bahasa pun dapat dikembangkan dengan belajar. Kemampuan kognitif meliputi dua aspek, yang dapat mengembangkan kemampuan bahasa, yaitu mengingat dan berpikir. Mengingat merupakan aktivitas pengetahuan yang berasal dari masa lampau atau hal-hal yang terekam dalam ingatan di masa yang lampau. Berpikir adalah kesadaran mental tentang suatu hal yang berupa tanggapan, pengertian atau konsep,  dan lambang verbal.

Posted on 14 Mei 2013, in Education Corner. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: