Panggilan Spesial menjadi Biarawan Frater Bunda Hati Kudus (Frater BHK)

SIAPA DAN APA FRATER BUNDA HATI KUDUS (FRATER BHK)

1. Frater Bunda hati Kudus lazim disebut Frater Pengajar atau Frater Kaul Kekal (tidak akan ditahbiskan menjadi imam), yang berbusana biara warna putih dengan Salib berkalung hitam. Ciri hidupnya seperti bruder hanya beda sebutan karena yang lebih dikenal tidak ditahbiskan adala bruder sedangkan frater berarti akan ditahbiskan. Sebutan frater ini berlaku sejak awal berdirinya kongregasi, dimana pendiri meneruskan sebutan bagi salah satu kelompok hidup bersama yang terlebih dahulu berdiri dengan menyebutkan anggotanya “frater” tetapi kemudian bubar, sehingga pendiri mau meneruskan tradisi sebuah peristiwa sejarah ini di Belanda.

2. Santa Maria adalah pelindung kongregasi dengan gelar Bunda Hati Kudus. Ia menunjukkan kepada kami anggota kongregasi Putera-nya Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, menganugerahkan ketenangan dan penerangan kepada orang yang letih lesu dan berbeban berat yang datang kepada_Nya.

3. Maria Bunda Hati Kudus mengajak kami agar dengan kesederhanaan hati memperkenalkan cinta kasih dan kebaikan hati Allah.

4. Bersama dengan banyak orang kami merupakan Gereja Yesus Kristus. Kami mau mengikuti Dia dari dekat dan bersama Dia, menjadi saksi tentang pembebasan dan keselamatan bagi semua.

5. Kongregasi kami adalah bagian dari Gereja. Dalam persekutuan Religius kami mengikat diri kepada kaul Kemurnian, kaul ketaatan, dan Kaul Kemiskinan dalam semangat injili. Kami saling memberi dan menerima untuk hidup, berdoa, dan berkarya bersama.

6. Kongregasi kami menerima tugas dari Gereja, membantu orang muda dalam perkembangannya menuju kedewasaan, dan dengan perhatian yang seimbang untuk pandangan hidup mereka.

7. Bila Keadaan meminta, kami wajib rela dan siap sedia untuk menangani tugas-tugas baru demi pelayanan kepada sesama

APA KARYA FRATER BHK?

a. Karya dalam Bidang Pendidikan: Sekolah dan Asrama

b. Karya/ tugas-tugas lain: pembinaan mental/ rohani, pertanian, peternakan, dan karya pastoral pada umumnya

Posted on 16 Mei 2013, in Congregation. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: