Misi Pelayanan Pendidikan Kongregasi Frater BHK di Indonesia

Misi Pelayanan Pendidikan
Kongregasi Frater BHK di Indonesia

Sejarah berdirinya Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus adalah keprihatinan dan kepedulian akan dunia pendidikan. Pendiri kongregasi, Mgr. Andreas Ignatius Schaepman, tergerak hatinya untuk mendirikan lembaga yang dapat menolong dan mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam pendidikan. Pada masa itu (1973), di negeri yang dikenal dengan sebutan kincir angin itu, mengalami krisis dalam pendidikan. Secara garis besar dikatakan bahwa warga tidak mendapatkan pendidikan yang selayaknya, khususnya anak-anak. Sejauh yang diketahui penulis, ini dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti kehidupan ekonomi warga, banyak warga yang terserang penyakit, dan tidak ada pelajaran agama (system pendidikan yang diterapkan pemerintah). Dengan kepedulian dan kesederhaan, pendiri mendapat dukungan, motivasi, semangat, dan tekad untuk mewujudkan impiannya. Awal mula memang ada kesulitan yang dialami, namun akhirnya menuai kesuksesan dengan hadirnya Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus di bumi pertiwi (1928). Hingga kini, misi pelayanan pendidikan yang telah dipelopori oleh para misionaris, masih bergaung dan berjalan di tengah masyarakat. Agar semakin maju perlu adanya pengembangan dalam karya. Misi pelayanan yang diemban dalam bidang pendidikan perlu mendapat perhatian yang lebih, dalam membentuk dan membina pribadi yang bertumbuh dan berkembang menurut citra-Nya. Teladan utama kita adalah Yesus Sang Guru Sejati. Sebagai anggota kongregasi, karya perutusan yang dijalankan adalah misi pelayanan Yesus Sang Guru Sejati itu sendiri. Misi dan perutusan yang membawa kasih dan kebahagiaan bagi semua orang. Semangat hidup Yesus Sang Guru Sejati patut dihidupi baik pribadi maupun kelompok (kongregasional). Dalam pelayanan-Nya, Yesus selalu mendekatkan diri dengan Bapa-NYa (bdk. Luk 5:16), berbelas kasih kepada orang banyak (bdk Mrk. 8:2), menerima, bersama, serta menyembuhkan yang miskin dan menderita (bdk Mat 17:14-18), memberi pengampunan (Yoh 8:11), membela kebenaran dan bersikap adil (bdk Luk 20:24-26), teguh dan bertahan dalam menghadapi tantangan dan godaan (bdk. Mat 4:1-11), menerima setiap orang yang datang kepada-Nya (bdk. Mat 19:14), dan sosok pribadi yang melayani bukan dilayani (bdk. Yoh: 13:13-17) Semangat hidup Sang Guru ini menjadikan Ia diterima, disimpati, dan dikagumi banyak orang yang berjumpa dan mengenal-Nya. Misi Pelayanan Yesus bukan untuk kesejahteraan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi diri-Nya atau sebagian orang tetapi untuk semua orang. Semangat-semangat hidup Sang Guru Sejati ini, hendaklah menjadi dan mewarnai seluruh karya pelayanan bagi penerus generasi kongregasi. Tidak patah semangat, putus di tengah jalan, namun membangun semangat hidup, meretas jalan lurus dalam mencapai hidup sejati. Menghalau setiap tantangan, semuanya demi karya pelayanan yang lebih cerah dan membawa manusia menuju kesejatian dan keutuhan hidupnya, yaitu kebahagiaan abadi diakhir hidupnya. Pelayanan yang mengarah pada keselamatan bagi semua orang.

Posted on 16 Juni 2013, in Congregation. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: